Jumat, 24 Januari 2014

Bobber and Chopper



Sebelum munculnya era choppers adalah hadir terlebih dahulu era "bobbers" yang berasal dari kata "bobbed" atau melepaskan sebagian besar beban dari motor, pada umum nya adalah melepas atau memotong fender depan dan belakang dengan tujuan untuk membuat motor menjadi lebih ringan dan juga laju motor lebih cepat dan motor menjadi lebih simple.

Selain itu penampilan motor itu sendiri menjadi lebih unik dan eye cacthing bagi para bikers,aliran bobbed ini juga adalah asal mula dari aliran "minimalist rider" contoh terdahulu dari bobber adalah 1940 indian sport "bob-job" yang telah di hadirkan di pertunjukan "the art of the motorcycle exhibitions" indian scouts dan indian chiefs yang hadir pada masa nya dengan tampilan extra large fenders depan dan belakang yang hampir menutupi keseluruhan roda nya begitu juga dengan luxurius 1941 indian series 441, sementara motor racing hanya menggunakan fenders yang kecil atau bahkan tanpa fenders sama sekali.

ukuran motor yang besar dengan kelengkapan yang selalu full covers menjadi inspirasi bagi para modifikator pada era itu untuk menjadikan motor itu sebagai bahan seni yang indah untuk di olah ulang atau di modifikasi.

Para bobbed dan minimalis menginspirasi generasi selanjutnya menciptakan aliran "cafe racers"
dan "choppers" akan menjadi era baru yang berkembang dan menjelajahi berbagai era aliran modifikasi motor masa sakarang.

Bobber


Chopper

Spring saddle yang tinggi dan besar juga di lepaskan dengan tujuan agar si pengendara duduk serendah mungkin ke bagian frame motor tersebut,dan yang utama adalah pada bagian mesin nya yang di setting ulang agar performance mesin meningkat secara extreme,yang kadang di setting untuk dirt-track dan mud-race.

Footrest yang di tempatkan di bagian sangat depan menggantikan standar footrest yang extra lebar,begitu juga dengan ban depan yang lebar,lampu depan yang besar,fuel tank dan oil tank yang besar pun di ganti dengan yang lebih kecil dan simple.

bisa kita lihat kemiripan nya sekarang, tidak ada fender depan, engine guard bar, dan fender belakang dipangkas seminimal mungkin, demikian juga dengan exhaust tip yang di pendekan.

Dengan perubahan yang sangat ekstreme dari settingan pabrikan menjadikan choppers cukup sulit di kendalikan dalam kecepatan rendah tapi sangat sangat stabil dan nyaman pada kecepatan tinggi dan kecepatan tertentu, ini di sebabkan oleh perubahan pada frame asli yang di rubah oleh para builders,dan perubahan fork depan yang menjadi lebih panjang dan tinggi menjadi salah satu faktor handling pada choppers, bagian belakang di desain dengan ban belakang yang sangat lebar dan besar tetapi berdiameter kecil selain itu di bagian belakang di lengkapi dengan backrest yang extreme tingginya bahkan bisa melebihi tinggi kepala riders itu sendiri,kemudian bagian tempat duduk pengendara yang di desain serendah mungkin,bagian foot rest yang di pasang lebih memanjang kedepan dan bagian depan motor yang menggunakan "high bars" dan fork depan yang panjang,band depan yang kecil tetapi berdiameter sangat besar juga penggantian fenders depan dan belakang dengan yang lebih extreme minimalist dan juga pada tank bensin dan tank oli yang di rubah dengan yang lebih kecil,simple dan nyentrik menjadikan gaya aliran choppers lebih menarik perhatian riders lain nya.


dibawah ini adalah contoh beberapa motor dari bobber dan chopper :

Boober

Boober



Chopper

Chopper
Saat ini Choppers sudah banyak sekali penikmatnya di seluruh penjuru dunia, bahkan diIndonesia sendiri, dan di setiap negara Choppers mempunyai tempat special di setiap komunitas bikers, perkembangan chopper sendiri setiap tahunya selalu berkembang, para builder selalu membuat gebrakan dan inovasi yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas nya tersebut.

Street tracker, FlatTrack, Cafe Racer, Bobber, BoardTrack, StreetFighter, maupun Chopper, semuanya mempunyai keindahan dan keunikan tersendiri, dan semua itu bisa menyatu ketika kalimat 'I Soul My Soul To The Open Road' terucap,hhe, so itu tadi sedikit ulasan tentang chopper, dengan pemahaman saya yang masih newbie mohon maaf kata jikalau kurang berkenan ye bro.

Sumber : KromKulture

Rabu, 22 Januari 2014

Sekilas tentang Japanese Style

Brat Style

Hhe, gue paling suka nih ngebahas ini, sedikit repost dari abang Lawless Jakarta mengenai 'Apa Arti Sebuah Nama', BRAT STYLE itu sebenernya nama sebuah Bengkel di Jepang, bukan jenis /gaya modifikasi..!! Kalo loe buka www.bratstyle.com, akan masuk ke sebuah web dari sebuah bengkel yang memajang motor-motor kreasi mereka. Kebanyakan hasil-hasil karya mereka menggunakan motor-motor ber-suspensi belakang ganda seperti Yamaha XS, Honda CB, Kawasaki W, Harley-Davidson FXR atau Dyna. Hasil karya bengkel ini dengan mudah dapat ditiru oleh motor-motor yang banyak beredar di negara kita. Mulai dari Honda CB125, Binter Merzy, sampai Suzuki Thunder. So, mulai saat ini, ingat, BRAT STYLE itu nama bengkel, bukan gaya modifikasi!!!

Ada sedikit silang pendapat. Ada yang menganggap Brat Style mirip dengan Jap’s Style tapi fork depan agak panjang mendekati chopper style tetapi sudut rake sokbreker depan cenderung lebih tegak. “Brat Style" sendiri  tidak ingin terpengaruh modifikasi ala Amerika dan lainnya sehingga membuat style sendiri.  Style tersebut kemudian diikuti bengkel-bengkel lain di Jepang dan negara-negara lain termasuk Indonesia.  Dengan demikian, Brat Style merupakan style ala Jepang.  Dengan kata lain,  apabila kita membicarakan Jap’s Style maka sebenarnya yang kita bicarakan adalah Brat Style itu sendiri. 

Sebagai orang yang lebih bijak sebaiknya kita gak memandang sebelah mata orang-orang yang motornya tidak sama dengan motor kita. Semua orang punya alasan dan pengaruh dalam memodifikasi kuda besi kesayangannya. Jangan pernah mengkotak-kotakan golongan modifkasi motor orang lain karena semangat modifikasinya sama dengan kita. Jangan pernah mencibir ato memisahkan diri dengan mereka. 

Nah Berikut ini sedikit contoh beberapa modifikasi dar jepang sendiri

 
Brat Style (nama sebuah bengkel)





Zero Enginering (modifikator om Shinya Kimura)
Bosozoku (ane yakin ini hanya ada di jepang)

Yah apapun jenis modifikasi kita, entah itu chooper, boober, flattrack, streettracker, streetfighter, boardtrack dan yang lainya,  alangkah baiknya kita saling menghormati sesama pemain modifikasi, yang harus kita fikirkan adalah  bagaimana caranya kita memajukan dunia modifikasi indonesia dengan berbagai aliran tersebut. 
 
Yuphh sedikit ulasan tentang Japanese Style bro, dengan pemahaman saya yang masih newbie ini mohon maaf kata jikalau kurang berkenan ye bro.



sumber : Lawless Jakarta, Google

Selasa, 21 Januari 2014

Cafe Racer Bike

 
 
Cafe racer berasal dari kata "Cafe" dan "Racer", Cafe merupakan suatu tempat yang sering didatangi dengan tujuan untuk makan, minum, dan juga nongkrong pada saat itu, sedangkan "Racer" yang artinya adalah pembalap, sehingga cafe racer dapat diartikan sebagai pengunjung cafe yang biasa melakukan balapan. Berikut sejarahnya bagaimana cafe-cafe di jalanan Inggris bisa menjadi pusat sebuah subkultur sepeda motor? Mengapa restoran- restoran dan kedai- kedai kecil dan sepi yang tadinya cuma menyajikan makanan ringan berubah jadi tempat ngumpul Rockers dan pacarnya? Dari mana asal nama cafe racer? Dan apa itu Rocker?
Untuk menjelaskan semua ini, saya akan jelaskan 2 hal secara terpisah: Sistem jalanan di Inggris dan kebangkitan youth culture.
Pertama, kita kembali ke tahun-tahun setelah PD I. Inggris telah melewati perang dan suasana kembali normal. Saat itu jalur lalu lintas di Inggris lebih banyak diisi oleh mobil dan sepeda motor. “Kereta tanpa kuda dan sepeda bermesin” tidak lagi dianggap tren baru semata. Dengan naiknya angka lalu lintas maka diciptakan sistem jalan baru di Inggris. Jalan-jalan lama tidak sanggup lagi menampung jumlah mobil dan sepeda motor yang terus meningkat akhirnya di-upgrade dan ditambahkan jalan-jalan baru.
Dengan kembali normalnya industri di Inggris, bisnis pengangkutan dan transportasi tumbuh dengan pesat bersama jalan-jalan baru yang disebut motorways. Bersama industri ini, bermunculanlah cafe-cafe , SPBU, dan tempat-tempat istirahat di sisi jalan yang dikunjungi oleh supir truk dan motoris yang ingin rehat sejenak dalam perjalanannya.
Motorways baru ini membuat para pengantar barang keluar dari jalan-jalan utama dan melintasi Inggris ke kota-kota seperti Manchester dan Birmingham di utara. Motorways di masa ini tidak bisa dibandingkan dengan jalan raya seperti di jaman sekarang. Bentuknya kecil dan sempit, sebagian malah hanya jalan tanah atau jalan setapak yang diperlebar dan diratakan lalu dipasangi rambu-rambu. Tikungan tajam, lajur yang sempit, dan kumpulan ternak yang menyebrang begitu saja, membuat rute-rute ini tidak memungkinkan dilalui dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kendaraan pada masa ini juga masih termasuk primitif dibandingkan dengan angkutan jaman sekarang. Beberapa truk kecil hanya dapat melaju dengan kecepatan maksimum 30 mph. Jadi wajar jika para pekerja angkut ini sering berhenti dalam perjalanan mereka. Setiap beberapa mil sepanjang rute yang ditempuh biasanya banyak ditemui tempat pemberhentian. Sebagian besar tempat pemberhentian tersebut merupakan persimpangan menuju kota dan desa yang lebih kecil. Hampir tiap pemberhentian seperti ini dapat ditemukan sebuah café.
Selama bertahun-tahun cafe-cafe dan restaurant ini hanya buka siang hari selama jam kerja. Mereka melayani pengunjung-pengunjung dengan makanan hangat dan secangkir teh panas. Beberapa pemilik café mungkin saja mengulur waktu tutupnya satu atau dua jam untuk mendapatkan pelanggan lebih, tapi tidak ada maksud untuk menjadikannya pusat sosial atau tempat nongkrong. Cafe-café ini hanya sekedar tempat istirahat yang sederhana sepanjang sistem jalan raya baru Inggris.
Faktor penting berikutnya dalam munculnya Cafe racer dan Rocker yaitu bangkitnya Youth Culture, walaupun sebelum PD II, pemahaman mengenai konsep ini masih lemah. Di awal tahun ‘30an, Inggris keluar dari krisis dan para pemudanya telah bekerja kembali. Dengan pekerjaan yang layak, para pemuda ini memiliki uang lebih. Ditambah dengan cukup tingginya angka suplai motor tua, maka hasilnya: dalam waktu singkat para pemuda memenuhi jalanan dengan sepeda motornya. Sebagian sekedar jalan-jalan sore bersama pacarnya, yang lainnya hanya sebatas ingin berkendara dengan tujuan rekreasional.
Seiring bangkitnya Inggris pasca perang, lusinan perusahaan menawarkan berbagai jenis sepeda motor dan part-part-nya. Maka balap motor pun kembali populer. Tidak puas dengan motor standar, maka para pemuda ini mengganti part-partnya dengan yang lebih advance, yang mereka lihat di event-event balap. Bahkan sebagian dari mereka membuat special home made part.
Namun semua ini mendadak terhenti di akhir tahun 30-an, para pemuda ini harus melepas jaket kulitnya dan mengenakan seragam tentara seiring dengan berperangnya Inggris melawan Jerman. Selama PD II pemerintah Inggris mengambil kendali industri sepeda motor untuk kebutuhan perang. Dengan berakhirnya produksi sepeda motor, maka dunia balap dan penggemar sepeda motor pun turut padam. Setelah perang berakhir, dibutuhkan 7 atau delapan tahun untuk kehidupan rakyat Inggris menjadi normal kembali, namun semuanya tak sama lagi seperti sebelumnya.
Beberapa hal terjadi pada awal 50-an dimana semuanya berpadu membangkitkan lagi era cafe racer. Para pemuda di Inggris kembali bekerja dan mempunyai uang lebih. Industri sepeda motor Inggris pun mencapai masa jayanya, dengan banyak dibuatnya sepeda motor hebat seperti Norton Dominator, BSA Gold Star, Triumph Tiger 110 dan Velocette Venom. Sepeda motor ini bukan hanya banyak digunakan dalam balapan di seluruh Inggris, tapi juga banyak dijual di dealer setiap kota. Dan jika anda tidak bisa memperoleh model yang anda sukai, anda bisa mengganti tangki dan spakbornya dan membuatnya lebih oke dengan aksesoris yang anda lihat di The Isle of Man TT atau Silverstone. Dengan berakhirnya perang, maka pemuda dan sepeda motor kembali bergabung.
Mungkin yang menjadi faktor utama dalam terbentuknya kultur Cafe racer atau Rocker adalah booming-nya Youth Culture dan ‘anti-heros’ barunya pada tahun '50-an. Pada saat itu sedang gencarnya vokal Eddie Cochran, Elvis Presley dan Gene Vincent mengalun di radio-radio. Rock-n-Roll telah menjadi ancaman baru bagi masyarakat. Marlon Brando dan rebels lainnya menyemarakkan layar perak dengan jaket kulitnya. Dalam waktu singkat, semua ini membuat sepeda motor dengan lifestyle-nya yang khas dipandang 'keren', dan tentu saja angka penjualannya jadi meningkat. Kemudian barang-barang seperti stang jepit, tangki fiber, bodi belakang, dan knalpot swept-back menjadi perlengkapan standar bagi rider, dan bagi supplier barang-barang tersebut menjadi bisnis besar.
Setelah booming Youth Culture, tetap belum ada tempat yang benar-benar mereka pakai untuk kongkow sampai mereka menemukan cafe-cafe di tempat perhentian tersebut sangat cocok. Maka kemudian cafe-cafe sepanjang North and South Circular road buka lebih lama untuk mengakomodasi para motoris dan pacarnya ini. Cafe-cafe ini menjadi pusat sosial dari budaya baru ini. Kelompok yang sering datang ke sebuah café akan menjadikannya tempat kongkow permanen. Kadang antar kelompok ini balapan dari satu café ke café lain dengan kecepatan diatas 100 mph (karenanya muncul istilah ‘ton-up’) . Kegiatan tersebut, terlebih dilakukan saat tengah malam ditambah dengan kesan nakal dari jaket kulit, nampaknya memberikan para pemuda ini reputasi buruk di mata Pers Inggris, polisi dan bahkan –lucunya- Industri sepeda motor Inggris. Dan dari itu semua, sebuah Youth Culture baru telah lahir: The Rocker.

Beberapa foto Cafe Racer




















































sumber : cafebike,googleimage